SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Investor asal Arab Saudi mulai melirik Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, sebagai Lokasi Investasi Vila berkonsep ramah Muslim. Peluang tersebut menjadi salah satu potensi yang ingin dikembangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Kolaborasi dengan Para Ulama.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mempererat sinergi dengan Para Ulama. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kondusivitas kehidupan beragama sekaligus mendorong kemajuan Ekonomi Daerah, khususnya melalui pengembangan Wisata Halal.
Menurut Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Umi Dinda, potensi Wisata religi dan konsep pelayanan ramah Muslim (muslim-friendly) menjadi salah satu keunggulan NTB di tingkat global.
Ekosistem halal yang terus berkembang juga membuka peluang investasi yang menjanjikan. Sejumlah Investor Global disebut telah memilih NTB sebagai lokasi Investasi.
“Beberapa Investor dari Saudi saat ini memilih daerah kami di Sembalun untuk berinvestasi dengan konsep Vila yang ramah muslim. Ketersediaan konsumsi halal di NTB sudah terjamin, kini tugas kita bersama adalah memastikan penginapan dan Homestay juga mengedepankan konsep Halal dalam penyajiannya,” jelasnya saat menerima kunjungan kerja jajaran Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jumat (16/10/2026).
Indah Dhamayanti Putri menjelaskan, penguatan Ekosistem Halal di NTB tidak terlepas dari peran ulama atau tuan guru. Selain memberikan pencerahan keagamaan hingga ke Pelosok Desa, Para ulama juga berperan dalam membentengi Masyarakat dari pengaruh ajaran yang menyimpang.
“Bagi kami, khususnya di Nusa Tenggara Barat, sangat merasakan arti kehadiran MUI bersama Para Kiai dan Tuan Guru. Kehadiran beliau-beliau di Sejumlah Desa, khususnya di pelosok, memberikan pencerahan kepada Masyarakat,” ungkap Umi Dinda.
Ia juga menyoroti kuatnya kearifan lokal masyarakat NTB, terutama tradisi gotong royong dan swadaya warga dalam mendirikan sarana ibadah serta lembaga pendidikan Islam, seperti pondok pesantren.
Menurutnya, tradisi tersebut turut membentuk karakter masyarakat dan menjadi salah Satu Pilar penting dalam Pembangunan Daerah.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat, Mabroer MS, menjelaskan bahwa kunjungan rombongan MUI Pusat ke NTB merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi (monev) serta verifikasi tata kelola Organisasi MUI di seluruh Provinsi di Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan roda Organisasi berjalan secara transparan dan akuntabel dengan mengacu pada standar manajemen Internasional ISO 9001:2015.
Mabroer menegaskan bahwa MUI memosisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah (sodiqul hukumah). MUI, kata dia, siap mendukung kebijakan daerah sekaligus menjembatani aspirasi umat.
Terkait sektor Pariwisata, Mabroer mengibaratkan pesona Pariwisata NTB seperti sosok yang menarik, tetapi masih memerlukan penataan dan kolaborasi Promosi yang lebih terintegrasi.
“NTB ini ibarat gadis manis yang sangat elok. Potensi wisata halal di sini bisa melibatkan banyak pihak, mulai dari Pemda, MUI melalui fatwa dan Sertifikasi Halal, hingga pihak Kampus untuk pendampingan dan Edukasi Desa Wisata,” ujar Mabroer.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB dan MUI Pusat sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan pelayanan umat, memperkuat tata kelola pariwisata berbasis Syariah, serta mendorong Kesejahteraan Masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











