SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- MotoGP Mandalika tidak boleh hanya menjadi ajang balap Motor kelas dunia yang menghadirkan kemeriahan selama beberapa hari. Momentum Internasional tersebut harus menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah, memperkuat UMKM, dan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, menegaskan bahwa reputasi Internasional Mandalika perlu dihubungkan secara nyata dengan penguatan Sektor Perdagangan, Industri, Pertanian, Perikanan, serta berbagai Sektor Produktif lainnya.
Menurut Sambirang, keberhasilan MotoGP tidak cukup diukur dari kemeriahan balapan dan jumlah pengunjung. Ajang tersebut harus mampu membuka peluang Usaha, memperluas aktivitas Ekonomi Masyarakat, serta mendorong perubahan struktur Ekonomi NTB.
Optimisme terhadap dampak ekonomi MotoGP Mandalika, kata Sambirang, memiliki landasan empiris yang terukur.
Berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas, dampak ekonomi nasional MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun. Sementara itu, kajian pemodelan ekonomi Inter-Regional Input-Output (IRIO) pada penyelenggaraan 2022 mencatat estimasi dampak output sebesar Rp606,92 miliar dan nilai tambah mencapai Rp315,94 miliar.
“Dampak ekonomi tersebut merupakan modal penting. Namun dalam perspektif pembangunan jangka panjang, nilai strategis MotoGP terletak pada kemampuannya menggerakkan sektor non-tambang dan mendorong perubahan struktur ekonomi NTB,” ujar Sambirang, Jum’at (9/10/2026).
Sejalan dengan pandangan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong agar penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya menghadirkan kemeriahan selama tiga hari, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang tahun.
Menurut Miq Iqbal, momentum balap motor kelas dunia itu harus dimanfaatkan untuk memperpanjang dampak ekonomi, memperluas manfaat pariwisata, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat di berbagai wilayah NTB.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Mandalika Street Food Festival Vol. 2, Jumat (9/10/2026). Gubernur hadir didampingi Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal.
Festival kuliner tersebut menjadi bagian dari rangkaian MotoGP Mandalika 2026 sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta jajaran pemerintah daerah dan mitra penyelenggara.
Di hadapan para tamu, Miq Iqbal menegaskan bahwa penyelenggaraan MotoGP harus menjadi pemicu aktivitas ekonomi berkelanjutan. Pemerintah daerah dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan momentum tersebut agar manfaatnya tidak berhenti ketika balapan selesai.
“Jangan serahkan semua urusan ini kepada Mandalika. Tugasnya Mandalika adalah menciptakan momentumnya. Setelah momentum ini tercipta, sekarang tugas kita Masyarakat dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum ini dan memperpanjang dampaknya,” ujarnya.
Miq Iqbal berharap dampak MotoGP dapat melampaui masa penyelenggaraan balapan. Kunjungan wisatawan perlu memberikan efek berkelanjutan terhadap transaksi UMKM, tingkat hunian penginapan, kunjungan destinasi wisata, hingga pergerakan Ekonomi di berbagai Wilayah NTB.
Selain mendorong dampak ekonomi, Miq Iqbal mengapresiasi berbagai upaya yang membuat MotoGP Mandalika memiliki karakter tersendiri dibandingkan penyelenggaraan di negara lain.
Menurutnya, pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh balapan, tetapi juga oleh Produk UMKM, pertunjukan Seni Tradisional, serta Museum yang memperkenalkan Sejarah dan Kebudayaan NTB.
“Tahun ini temanya adalah Skardiu, patung kuda yang digunakan untuk mengangkat raja atau orang yang dihormati. Itu juga menjadi lambang kecepatan. Jadi, antara DNA kami dengan MotoGP ini memang sudah nyambung sejak berabad-abad lalu,” ungkapnya.
Miq Iqbal juga mengajak masyarakat menjadikan momentum MotoGP sebagai kesempatan menunjukkan keramahan daerah. Kebersihan lingkungan, penerangan, kenyamanan, dan sikap ramah kepada pengunjung harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat event internasional berlangsung.
“Bisa tidak bersih dan terang benderangnya ini berlangsung setahun, jangan hanya empat hari,” pesannya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat NTB yang mayoritas Muslim memiliki nilai luhur dalam memuliakan tamu. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui pelayanan yang baik dan pengalaman berkesan bagi setiap wisatawan.
Dengan demikian, citra pariwisata NTB tidak hanya dibangun melalui penyelenggaraan event internasional, tetapi juga melalui kualitas lingkungan dan pelayanan masyarakat yang terjaga sepanjang tahun.
ITDC Dorong Mandalika Hidup 365 Hari
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengatakan, Mandalika Street Food Festival menjadi bagian dari upaya menghadirkan dampak ekonomi langsung dari penyelenggaraan MotoGP.
Menurutnya, Mandalika tidak cukup hanya dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan acara internasional. Kawasan tersebut perlu menjadi destinasi yang terus hidup dengan aktivitas pariwisata dan ekonomi sepanjang tahun.
“Yang penting adalah bagaimana menciptakan living destination selama 365 hari di NTB ini, terutama di Mandalika,” ujarnya.
Keterlibatan UMKM menjadi salah satu elemen penting dalam upaya tersebut. Melalui festival kuliner, pelaku usaha lokal mendapat ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus memanfaatkan arus kunjungan wisatawan selama MotoGP.
Pemprov NTB bersama ITDC dan para mitra berharap semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata. Dengan begitu, kemeriahan MotoGP tidak hanya terasa di sirkuit, tetapi juga berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, tantangan NTB bukan sekadar menyelenggarakan MotoGP dengan sukses, melainkan memastikan momentum tersebut memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan. Penguatan UMKM, perdagangan, industri, pertanian, dan perikanan menjadi bagian penting agar Mandalika benar-benar berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi daerah.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











