Miq Iqbal Tegaskan Mandalika Tak Cuma Ramai Saat MotoGP, UMKM Harus Hidup Sepanjang Tahun

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Mandalika Street Food Festival Vol. 2 di Bazar Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Jumat (9/10/2026).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Mandalika Street Food Festival Vol. 2 di Bazar Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Jumat (9/10/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Tengah- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, Mandalika tidak boleh hanya ramai saat ajang MotoGP digelar. Kawasan Pariwisata andalan NTB itu harus mampu menggerakkan Ekonomi Masyarakat secara berkelanjutan, termasuk membuka peluang Usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pesan tersebut disampaikan Miq Iqbal saat menghadiri Mandalika Street Food Festival Vol. 2 di Bazar Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Jumat (9/10/2026). Festival yang digelar InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) itu menjadi bagian dari rangkaian MotoGP Mandalika 2026.

Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara yang datang menyaksikan balapan tidak hanya menikmati persaingan di lintasan, tetapi juga Kuliner, Budaya, dan Produk Lokal.

Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperluas manfaat ekonomi MotoGP agar tidak berhenti ketika balapan berakhir.

“Mandalika sekarang adalah milik kita bersama. Kami tidak lagi merasa sebagai tamu di rumah sendiri. Mandalika sudah menjadi milik masyarakat NTB,” ujar Miq Iqbal.

Menurutnya, Mandalika memiliki karakter tersendiri dibandingkan lokasi penyelenggaraan MotoGP di negara lain. Daya tarik kawasan ini tidak hanya bertumpu pada olahraga otomotif, tetapi juga kekayaan budaya, kuliner, keramahan masyarakat, dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  Perkuat Produksi Pertanian, Wagub NTB Terpilih Umi Dinda Dampingi Menteri Kebudayaan dan Wamen Pertanian

“Di Mandalika ada UMKM, ada pertunjukan tari tradisional sebelum balapan, dan ada museum di dalam kawasan sirkuit. Ini yang membuat MotoGP Mandalika memiliki karakter yang tidak dimiliki tempat lain,” katanya.

Perpaduan Olahraga, Budaya, dan Ekonomi Lokal turut ditampilkan melalui museum tematik di Kawasan Sirkuit Mandalika.

Setelah mengangkat Samalas dan Tambora pada 2025, museum tahun ini menampilkan Sekardiyu, patung kuda berusia ratusan tahun koleksi Museum Provinsi NTB.

Kehadiran koleksi tersebut memperkaya pengalaman Wisatawan sekaligus memperkenalkan identitas dan Warisan budaya NTB kepada pengunjung dari berbagai Negara.

Namun, Miq Iqbal menekankan bahwa tantangan berikutnya adalah memperpanjang dampak ekonomi setelah balapan selesai.

Peluang yang tercipta selama MotoGP perlu ditindaklanjuti agar UMKM, Usaha Kuliner, Ekonomi Kreatif, Transportasi, dan layanan Pariwisata tetap bergerak pada hari-hari biasa.

“Momentum sudah diciptakan. Sekarang tugas pemerintah daerah dan masyarakat adalah memperpanjang dampaknya. Kalau hari ini dampaknya tiga hari, mari kita buat menjadi seminggu, sebulan, bahkan sepanjang tahun,” tegasnya.

Baca Juga :  Pilgub NTB 2024: Relawan Zul-Uhel Tingkatkan Eskalasi Gerakan Jelang Pencoblosan

Pesan tersebut menegaskan pentingnya mengubah lonjakan kunjungan selama MotoGP menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Pelaku usaha lokal diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat ketika kawasan dipadati penonton, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usaha setelah perhelatan berakhir.

Bagi Miq Iqbal, keberlanjutan Mandalika juga bergantung pada kebersihan, kenyamanan, dan keramahan yang dijaga setiap hari.

Pengalaman wisata yang baik, menurut arah pemberitaan tersebut, tidak cukup dibangun hanya ketika ribuan wisatawan datang untuk menyaksikan MotoGP. Kualitas destinasi harus tetap terjaga setelah keramaian berakhir.

Mandalika Street Food Festival Vol. 2 menjadi salah satu upaya menghubungkan Momentum MotoGP dengan pengembangan Ekonomi Lokal.

Keberhasilan ajang internasional tersebut bukan hanya tentang jumlah penonton, tetapi juga terbukanya pasar bagi produk lokal, bergeraknya usaha masyarakat, dan munculnya alasan bagi wisatawan untuk kembali.

Tantangan selanjutnya adalah memastikan manfaat Pariwisata Mandalika dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB sepanjang tahun.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Miq Iqbal Dorong MotoGP Mandalika Gerakkan Ekonomi NTB Sepanjang Tahun
Ini 3 Lokasi yang Digerebek Polres Bima Kota, 10 Orang Diamankan dan Sabu 1,59 Gram Disita
ITDC Siapkan Mandalika sebagai Destinasi 365 Hari, Bukan Sekadar Ramai Saat MotoGP
Pemancing Terseret Ombak di Perairan Bima, 1 Tewas dan 1 Hilang, Ini Nama-nama Korban
Ketua Komisi III DPRD NTB: MotoGP Mandalika Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah
58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Miq Iqbal Dorong MotoGP Mandalika Gerakkan Ekonomi NTB Sepanjang Tahun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Ini 3 Lokasi yang Digerebek Polres Bima Kota, 10 Orang Diamankan dan Sabu 1,59 Gram Disita

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:32 WIB

ITDC Siapkan Mandalika sebagai Destinasi 365 Hari, Bukan Sekadar Ramai Saat MotoGP

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Miq Iqbal Tegaskan Mandalika Tak Cuma Ramai Saat MotoGP, UMKM Harus Hidup Sepanjang Tahun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Pemancing Terseret Ombak di Perairan Bima, 1 Tewas dan 1 Hilang, Ini Nama-nama Korban

Berita Terbaru