SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Mori Hanafi kembali Maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030.
Mori Hanafi resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Umum KONI NTB pada Kamis (8/10/2026), setelah mendapat dorongan dari Sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) dan KONI Daerah (KONIDA) yang mendukung dirinya untuk mengikuti proses Pemilihan.
Dukungan tersebut datang dari Empat KONI Daerah, yakni KONI Bima, KONI Dompu, KONI Sumbawa, dan KONI Lombok Barat, Serta 33 Cabang Olahraga.
Ketua Tim Cabor Pickleball, H. Affan, mengatakan keputusan Mori Hanafi untuk kembali maju merupakan respons terhadap Aspirasi Insan Olahraga NTB yang menginginkan keberlanjutan Pembinaan Olahraga Prestasi di Daerah.
“Keputusan Mori Hanafi untuk maju merupakan respons terhadap Aspirasi dari insan Olahraga NTB yang menginginkan keberlanjutan Pembinaan Olahraga prestasi di Daerah ini,” ujar H. Affan.
Menurut H. Affan, salah satu pertimbangan penting dalam kontestasi Ketua Umum KONI NTB adalah keberlanjutan agenda besar Olahraga Daerah, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
NTB dinilai membutuhkan kepemimpinan KONI yang memahami persoalan Olahraga Prestasi secara menyeluruh. Mulai dari Pembinaan Atlet, Penguatan Organisasi Cabor dan KONIDA, peningkatan Kualitas Pelatih, hingga kesiapan menghadapi berbagai agenda Olahraga Nasional.
“NTB membutuhkan kepemimpinan KONI yang memahami persoalan Olahraga prestasi secara menyeluruh, mulai dari Pembinaan Atlet, Penguatan Organisasi Cabor dan KONIDA, peningkatan Kualitas Pelatih, hingga kesiapan menghadapi agenda Olahraga Nasional,” kata H. Affan.
Ia menegaskan, seluruh Calon yang mendaftarkan diri tentu memiliki niat dan tujuan yang baik untuk memajukan Olahraga NTB.
Namun, bagi sejumlah cabor dan KONIDA pendukung, Mori Hanafi dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman yang relevan dengan keberlanjutan pembinaan Olahraga prestasi serta agenda PON 2028.
“Semua Calon yang mendaftar tentu memiliki niat dan tujuan yang baik untuk memajukan Olahraga NTB. Namun, bagi sejumlah Cabor dan KONIDA pendukung, Mori Hanafi dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman yang relevan terhadap keberlanjutan pembinaan Olahraga prestasi serta agenda PON 2028,” ujarnya.
Di tengah proses Pencalonan Ketua Umum KONI NTB, muncul pula selentingan mengenai kemungkinan adanya intervensi kekuasaan dalam proses Pemilihan.
H. Affan berharap hal tersebut tidak terjadi. Menurutnya, proses pemilihan harus berjalan secara Demokratis, Transparan, sesuai Aturan Organisasi, serta menghormati aspirasi Cabang Olahraga dan KONIDA.
“Olahraga adalah tentang Sportivitas. Karena itu, biarkan proses ini berjalan secara fair dan mengalir sesuai mekanisme Organisasi. Jangan sampai ada intervensi atau sikap-sikap yang justru mencederai nilai Sportivitas dalam Olahraga,” tegasnya.
Ia menilai dukungan terhadap Mori Hanafi hendaknya ditempatkan sebagai bagian dari proses Demokrasi Olahraga, bukan menjadi alasan untuk memecah persaudaraan di antara insan Olahraga NTB.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum KONI NTB harus dihormati dan didukung bersama. Kontestasi dalam pemilihan merupakan bagian dari dinamika Organisasi, sementara persatuan dan kemajuan Olahraga NTB menjadi kepentingan yang jauh lebih besar.
“Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum KONI NTB harus dihormati dan didukung bersama. Kontestasi dalam pemilihan adalah bagian dari dinamika Organisasi, sementara Persatuan dan Kemajuan Olahraga NTB merupakan kepentingan yang jauh lebih besar,” kata H. Affan.
Setelah proses pemilihan selesai, seluruh pihak diharapkan kembali bersatu untuk membangun Prestasi olahraga NTB, memperkuat pembinaan Atlet, dan mempersiapkan NTB menghadapi PON 2028.
“Karena Olahraga bukan sekadar tentang siapa yang terpilih, tetapi tentang bagaimana Kita bersama-sama menjaga masa depan Olahraga NTB,” pungkas H. Affan.
Sebelumnya, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dibentuk Tim Caretaker KONI NTB telah membuka pengambilan formulir Pendaftaran pada 6-7 Oktober 2026.
Sekretaris Tim Caretaker KONI NTB, Eman Sumusi, mengatakan pengambilan formulir sekaligus format surat dukungan menjadi tahapan awal bagi para figur yang hendak maju dalam perebutan kursi Ketua KONI NTB.
“Pengambilan Formulir Pendaftaran bakal Calon Ketua dan format surat dukungan bisa dilakukan mulai tanggal 6-7 Oktober,” ujar Eman, Selasa (6/10).
Menurutnya, tahapan pendaftaran tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi penetapan persyaratan yang digelar pada 5 Oktober. Setelah Formulir diambil, para bakal Calon mulai menggalang dukungan dari pengurus Cabang Olahraga (Cabor).
Surat dukungan yang diajukan harus memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan TPP. Dukungan wajib dibubuhi tanda tangan dan cap Organisasi. Selain itu, surat dukungan harus ditandatangani ketua umum Pengurus Cabor.
“Yang jelas ada Tanda Tangan, Ada Cap, dan harus Ketua Umum yang Mencalonkan. Apabila tidak Ketua Umum karena sesuatu hal, bisa Sekretaris atau Ketua Harian, tapi jangan Doubel,” tegasnya.
Setelah proses pengumpulan dukungan, para Bakal Calon Wajib menyerahkan berkas fisik Pendaftaran pada Kamis (8/10). TPP memberikan batas waktu hingga pukul 21.00 WITA.
Penyerahan berkas pada prinsipnya dilakukan langsung oleh bakal calon. Namun, TPP tetap memberikan ruang apabila terdapat Kondisi tertentu atau Force Majeure yang membuat Calon tidak bisa hadir.
“Mengembalikan berkas harus datang sendiri, tapi kami juga ada peluang In Case ada sesuatu Force Majeure di situ di aturannya bisa tetap dengan surat mandat,” jelas Eman.
Dalam proses pendaftaran kali ini, TPP tidak memungut biaya pendaftaran. Kebijakan tersebut menjadi salah satu pembeda dalam proses penjaringan Calon Ketua KONI NTB dibandingkan dengan sejumlah Daerah lain yang menerapkan biaya Pendaftaran.
“Untuk kami memang tidak ada biaya Pendaftaran. Tapi di Provinsi lain memang ada,” tandasnya.
Selain persyaratan Administratif, TPP juga menetapkan sejumlah kriteria umum bagi figur yang ingin maju. Calon Ketua KONI NTB dituntut memiliki kemampuan manajerial, komitmen waktu, serta memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Organisasi.
Calon juga harus mampu menjadi pengayom bagi Masyarakat Olahraga, termasuk membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah maupun pihak Swasta guna mendukung peningkatan Prestasi Olahraga NTB.
Setelah seluruh dokumen diserahkan, TPP akan melakukan verifikasi dan validasi berkas pada 9-11 Oktober. Proses tersebut ditegaskan berlangsung secara independen dan tidak boleh diintervensi pihak mana pun.
“Mutlak TPP, tidak ada yang campur termasuk juga dari caretaker. Hasil validasi dan verifikasi itu akan diberitahukan kepada yang bersangkutan pada tanggal 12,” pungkas Eman.
Hasil Verifikasi selanjutnya diumumkan secara resmi pada 12 Oktober. Tahapan ini menjadi penentu siapa saja yang berhak melanjutkan pertarungan menuju Kursi Ketua KONI NTB periode 2026-2030.
Sehari setelah pengumuman, para kandidat yang dinyatakan memenuhi persyaratan dijadwalkan menyampaikan visi dan misi dalam Musorprovlub KONI NTB pada 13 Oktober mendatang.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











