NTB Gaspol Energi Hijau, Miq Iqbal Gandeng Inggris Bangun Super Grid Bali-NTB-NTT dan Dorong Desa Berdaya Jadi Mesin Anti Kemiskinan

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 12:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Kembali tancap gas menuju masa depan hijau. Dalam pertemuan strategis dengan Pemerintah Inggris, Gubernur Miq Iqbal membeberkan rencana besar membangun Super Grid Bali-NTB-NTT sekaligus mendorong program Desa Berdaya sebagai mesin penghapus kemiskinan ekstrem di 2029.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas kolaborasi internasional melalui kemitraan dengan Inggris untuk transisi energi bersih dan pertumbuhan ekonomi hijau. Dalam pertemuan kemarin, Rabu (13/11/2025) Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan gagasan ‘Segitiga Emas Bali-NTB-NTT’, mengintegrasikan sistem energi terbarukan antarprovinsi, termasuk rencana super grid energi dari NTT hingga Bali.

“Kami tiga gubernur memiliki visi sama. Membangun sistem energi terhubung antara Bali, NTB, dan NTT. Bali bisa mendapatkan energi bersih dari NTB dan NTT, sementara NTB dan NTT memperoleh nilai tambah ekonomi. Kami berharap Inggris membantu studi kelayakan proyek besar ini,” ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.

Baca Juga :  Miq Iqbal Gercep Redam Demo, Direktur NasPol NTB: Ini Bukan Gubernur Kaleng-Kaleng

Selain sektor energi, NTB menekankan program unggulan Desa Berdaya, yang bertujuan menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2029. Setiap proyek pembangunan, termasuk energi terbarukan, akan melibatkan masyarakat melalui koperasi dengan kepemilikan saham minimal 5%, sehingga masyarakat mendapat pendapatan tetap dan ikut menjaga lingkungan.

Direktur Pembangunan dan Masyarakat Terbuka FCDO Inggris, Will Hinnes, mengapresiasi ambisi NTB, menyebut provinsi ini sebagai pilot project penting dalam kemitraan pembangunan berkelanjutan antara Indonesia dan Inggris. Sementara itu, Freddie Brunt, Wakil Direktur Pengembangan FCDO Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, menegaskan bahwa program Low Carbon Development Initiative (LCDI) sejak 2023 menjadi instrumen penting bagi pembangunan rendah karbon di NTB.

Baca Juga :  Gubernur NTB Resmikan Perpustakaan BPSDM, Akurasi Data Jadi Kunci Pemberdayaan Desa

Pertemuan ini dihadiri perwakilan tinggi Inggris seperti Will Hines, Peter Rajadiston, Eleanor Hudson, dan Freddie Brunt, serta pejabat Bappenas Putu Hari Satyaka dan Setyawati.

Melalui agenda ini, NTB menegaskan posisinya sebagai pelopor transisi energi bersih, ekonomi hijau, dan pembangunan inklusif di Indonesia Timur.

Berita Terkait

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris
Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Berita Terbaru