APPM NTB Tuding PT Titik Temu Jadi Tempat Cuci Uang DAK Untuk Pilkada Gita yang Gagal

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 14 Februari 2025 - 12:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM) NTB menggelar aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dan Rumah Dinas Sekda NTB, Jumat (14/2/25). Aksi ini dilakukan untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan korupsi dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan Tahun 2024 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

Ketua APPM NTB, Muhammad Fadaullah, yang juga menjadi koordinator aksi, menyebut pihaknya menemukan indikasi kuat adanya praktik korupsi, gratifikasi, dan penyalahgunaan wewenang oleh sejumlah pejabat daerah. Dugaan ini mencakup penggunaan perusahaan cangkang dan rekening tertentu untuk mengumpulkan fee proyek.

“Kami menemukan indikasi pengenaan fee proyek sebesar 10% dari total anggaran DAK, yang berpotensi menyebabkan kerugian negara hingga Rp 18 miliar,” ungkap Fadaullah. Dalam keterangan yang diterima media ini.

Selain itu, APPM NTB juga menyoroti keterlibatan PT. Titik Temu Konsultan yang diduga digunakan sebagai alat pencucian uang. Rekening perusahaan ini disebut menjadi media penampungan dana fee proyek dari kontraktor yang ingin mendapatkan proyek DAK.
“PT. Titik Temu Konsultan diduga hanya menjadi alat transaksi, bukan sebagai pelaksana proyek riil,” terangnya

Baca Juga :  Selamat! Polda NTB Dapat Penghargaan Pin Emas atas Keberhasilan Bongkar Kasus Mafia Tanah Rp210 Miliar

Fadaullah juga mengungkapkan adanya dugaan pengalihan dana hasil korupsi untuk kepentingan politik seorang figur berinisial LGA, yang sebelumnya disebut-sebut akan maju dalam Pilkada NTB 2024. Namun, upaya tersebut gagal setelah LGA tidak mendapatkan dukungan politik yang cukup.

“Fee proyek DAK diduga digunakan untuk mendukung pencalonan Lalu Gita Ariadi (LGA) sebagai Gubernur NTB dalam Pilkada 2024, Dana ini digunakan untuk melobi partai politik, namun LGA gagal maju dalam Pilkada setelah tidak mendapat dukungan cukup,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan ada dugaan sejumlah pejabat yang terlibat baik sekda NTB dan pejabat Dikbud.

“Lalu Gita Ariadi (LGA) Mantan Penjabat Gubernur NTB, Lalu Sucandra (LS) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DAK Fisik SMA Dikbud NTB, Ahmad Muslim (AM) Kabid SMK Dikbud NTB, ” terangnya.

Sementara, Koordinator lapangan aksi, Herman, menuntut Kejati NTB untuk segera bertindak dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aliran dana yang masuk ke PT. Titik Temu Konsultan dan rekening terkait. Selain itu, APPM NTB meminta aparat memanggil dan memeriksa pejabat yang diduga terlibat dalam pengaturan proyek dan pengumpulan fee.

Baca Juga :  DPRD NTB Maman Desak Rekrutmen Terbuka Calon Kepsek: Jangan Titip Nama, Ini Pendidikan Bukan Bursa Saham

“Kami juga meminta penyelidikan mengenai kemungkinan penggunaan dana korupsi untuk kepentingan politik Pilkada NTB 2024 serta pengamanan barang bukti, termasuk dokumen proyek, dokumen perbankan, dan bukti komunikasi yang relevan,” tegas Herman.

Terpisah, Direktur PT Titik Temu Abdul Rajab saat dikonfirmasi mebalas tudingan tersebut dengan emoji wajah tertawa, dan meminta pihak wartawan untuk mengkonfirmasi Lalu Candra.

“Kejauhan mikirnya. Wawancara Lalu Candra aja urusan Titik Temu karena dia yang pinjam rekening perusahaan,”kata pria yang akrab disapa Cepot ini.

Selaku Direktur PT Titik Temu, Cepot tidak ingin terlalu menanggapi polemik tersebut kerena merasa tidak paham.

“Santai santai saja, karena gak paham urusan beginian apalagi ditarik tarik isu DAK, nanti saya akan siapkan rilis resmi terkait ini. Saya lagi ada gawean di luar daerah belum sempet urus ini itu,”ungkapnya.

 

Berita Terkait

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris
Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Berita Terbaru