Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Saat Menerima Kunjungan Kerja Jajaran Pimpinan MUI Pusat Untuk Membahas Penguatan Wisata Halal di NTB.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Saat Menerima Kunjungan Kerja Jajaran Pimpinan MUI Pusat Untuk Membahas Penguatan Wisata Halal di NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Investor asal Arab Saudi mulai melirik Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, sebagai Lokasi Investasi Vila berkonsep ramah Muslim. Peluang tersebut menjadi salah satu potensi yang ingin dikembangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Kolaborasi dengan Para Ulama.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mempererat sinergi dengan Para Ulama. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kondusivitas kehidupan beragama sekaligus mendorong kemajuan Ekonomi Daerah, khususnya melalui pengembangan Wisata Halal.

Menurut Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Umi Dinda, potensi Wisata religi dan konsep pelayanan ramah Muslim (muslim-friendly) menjadi salah satu keunggulan NTB di tingkat global.

Ekosistem halal yang terus berkembang juga membuka peluang investasi yang menjanjikan. Sejumlah Investor Global disebut telah memilih NTB sebagai lokasi Investasi.

“Beberapa Investor dari Saudi saat ini memilih daerah kami di Sembalun untuk berinvestasi dengan konsep Vila yang ramah muslim. Ketersediaan konsumsi halal di NTB sudah terjamin, kini tugas kita bersama adalah memastikan penginapan dan Homestay juga mengedepankan konsep Halal dalam penyajiannya,” jelasnya saat menerima kunjungan kerja jajaran Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga :  Paripurna Raperda Pajak dan Retribusi Daerah, NTB Siapkan Sumber PAD Baru dari Pajak Kendaraan hingga Tambang Rakyat

Indah Dhamayanti Putri menjelaskan, penguatan Ekosistem Halal di NTB tidak terlepas dari peran ulama atau tuan guru. Selain memberikan pencerahan keagamaan hingga ke Pelosok Desa, Para ulama juga berperan dalam membentengi Masyarakat dari pengaruh ajaran yang menyimpang.

“Bagi kami, khususnya di Nusa Tenggara Barat, sangat merasakan arti kehadiran MUI bersama Para Kiai dan Tuan Guru. Kehadiran beliau-beliau di Sejumlah Desa, khususnya di pelosok, memberikan pencerahan kepada Masyarakat,” ungkap Umi Dinda.

Ia juga menyoroti kuatnya kearifan lokal masyarakat NTB, terutama tradisi gotong royong dan swadaya warga dalam mendirikan sarana ibadah serta lembaga pendidikan Islam, seperti pondok pesantren.

Menurutnya, tradisi tersebut turut membentuk karakter masyarakat dan menjadi salah Satu Pilar penting dalam Pembangunan Daerah.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat, Mabroer MS, menjelaskan bahwa kunjungan rombongan MUI Pusat ke NTB merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi (monev) serta verifikasi tata kelola Organisasi MUI di seluruh Provinsi di Indonesia.

Baca Juga :  FORNAS VIII 2025 di NTB: Wagub Umi Dinda Janji Jadi Tuan Rumah yang Bikin Kalah Menang Tetap Senang

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan roda Organisasi berjalan secara transparan dan akuntabel dengan mengacu pada standar manajemen Internasional ISO 9001:2015.

Mabroer menegaskan bahwa MUI memosisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah (sodiqul hukumah). MUI, kata dia, siap mendukung kebijakan daerah sekaligus menjembatani aspirasi umat.

Terkait sektor Pariwisata, Mabroer mengibaratkan pesona Pariwisata NTB seperti sosok yang menarik, tetapi masih memerlukan penataan dan kolaborasi Promosi yang lebih terintegrasi.

“NTB ini ibarat gadis manis yang sangat elok. Potensi wisata halal di sini bisa melibatkan banyak pihak, mulai dari Pemda, MUI melalui fatwa dan Sertifikasi Halal, hingga pihak Kampus untuk pendampingan dan Edukasi Desa Wisata,” ujar Mabroer.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB dan MUI Pusat sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan pelayanan umat, memperkuat tata kelola pariwisata berbasis Syariah, serta mendorong Kesejahteraan Masyarakat Nusa Tenggara Barat.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Gubernur NTB Gelar Shalat Istisqa dan Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Gubernur NTB Gelar Shalat Istisqa dan Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:16 WIB

UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026

Berita Terbaru