SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Kepergian Tuan Guru Bagu menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu serta kalangan santri dan umat Islam yang selama ini memperoleh manfaat dari pengabdian beliau.
Pengabdian Tuan Guru Bagu di dunia pendidikan dan keagamaan menjadikannya salah satu figur penting dalam perjalanan Islam di NTB. Kiprahnya juga tercatat dalam lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sebagai Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.
Ilmu yang diajarkan, nasihat yang disampaikan, serta keteladanan dalam membimbing umat menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang para santri, murid, dan masyarakat luas.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal, mengajak masyarakat NTB mendoakan almarhum serta memberikan dukungan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu yang ditinggalkan.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Al-Fatihah,” ujarnya.
Kepergian Tuan Guru Bagu bukan hanya menjadi duka bagi keluarga dan lingkungan Pesantren, tetapi juga bagi Masyarakat NTB yang telah lama merasakan manfaat dari ilmu dan pengabdiannya.
Sosoknya memang telah berpulang. Namun, warisan keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan keteladanan yang ditanamkan diharapkan terus hidup melalui pesantren, para murid, dan generasi penerus.
Sebab, seorang Guru umat tidak hanya dikenang karena ilmu yang diajarkan semasa hidup, tetapi juga karena kebaikan yang terus tumbuh setelah kepergiannya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











