add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99); add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99); Program Sekolah Rakyat – SUMBAWAPOST.com https://sumbawapost.com Visi Anda Misi Kami Wed, 01 Jul 2026 12:40:11 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.2 https://sumbawapost.com/wp-content/uploads/2024/06/Pavicon-Sumbawa-Post-32x32.png Program Sekolah Rakyat – SUMBAWAPOST.com https://sumbawapost.com 32 32 Belum Pernah Sekolah, Bocah 11 Tahun Penghafal 7 Juz Al-Qur’an Jadi Sorotan di Sekolah Rakyat NTB https://sumbawapost.com/belum-pernah-sekolah-bocah-11-tahun-penghafal-7-juz-al-quran-jadi-sorotan-di-sekolah-rakyat-ntb/ Wed, 01 Jul 2026 11:37:29 +0000 https://sumbawapost.com/?p=38118 SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Kisah inspiratif datang dari Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi sebagian besar peserta didiknya, sekolah ini justru melahirkan berbagai cerita penuh harapan, termasuk seorang anak berusia 11 tahun yang baru pertama kali mengikuti pendidikan formal namun telah menghafal tujuh juz Al-Qur’an.

Kisah tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat, Selasa (30/6/2026).

Kepala Sekolah, Lilik Fadillah, menjelaskan bahwa anak tersebut sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan formal. Namun kemampuan yang dimilikinya membuat sekolah memberikan pembinaan yang disesuaikan dengan kemampuan akademiknya.

“Salah satu kisah yang menarik perhatian adalah seorang anak berusia 11 tahun yang baru pertama kali mengikuti pendidikan formal melalui Program Sekolah Rakyat. Meski belum pernah mengenyam pendidikan di sekolah, anak tersebut telah menghafal tujuh juz Al-Qur’an,” jelas Lilik.

Tidak hanya itu, Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat juga mulai menunjukkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.

Menurut Lilik, salah seorang peserta didik berhasil menjadi finalis Olimpiade Matematika tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena siswa tersebut merupakan satu-satunya wakil dari Sekolah Rakyat yang berhasil menembus kompetisi nasional tersebut.

Saat ini Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat membina 88 siswa dari kuota 100 peserta didik. Sebagian besar siswa berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak-anak yang sebelumnya putus sekolah maupun yang belum pernah mengakses pendidikan formal.

Guru Sekolah Rakyat, Ika Lestari, menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi.

“Pendampingan dilakukan secara intensif mengingat sebagian anak menghadapi persoalan kemiskinan, pola pengasuhan yang kurang optimal, hingga trauma akibat pengalaman hidup yang berat,” ujarnya.

Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi ruang baru bagi anak-anak yang sebelumnya berada di pinggir akses pendidikan untuk mengembangkan potensi mereka.

Kisah bocah penghafal tujuh juz Al-Qur’an dan prestasi finalis Olimpiade Matematika nasional menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi apabila kesempatan pendidikan diberikan secara merata.

Program Sekolah Rakyat pun diharapkan terus menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus membuktikan bahwa talenta besar dapat lahir dari mana saja ketika diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.

]]>
Bunda Sinta Tinjau Sekolah Rakyat NTB, Jadi Harapan Baru Anak Keluarga Miskin Keluar dari Lingkaran Kemiskinan https://sumbawapost.com/bunda-sinta-tinjau-sekolah-rakyat-ntb-jadi-harapan-baru-anak-keluarga-miskin-keluar-dari-lingkaran-kemiskinan/ Wed, 01 Jul 2026 09:25:06 +0000 https://sumbawapost.com/?p=38112 SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Pendidikan masih menjadi instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, ke Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat, Selasa (30/6/2026).

Kunjungan dilakukan usai menghadiri kegiatan Gerakan Bersama Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari. Dalam kesempatan itu, Bunda Sinta didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, Windi Marlini Abul Chair, serta Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi NTB, Ahmad Mashuri.

Di sekolah tersebut, Bunda Sinta meninjau fasilitas pembelajaran sekaligus berdialog dengan kepala sekolah dan para guru mengenai pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Pembahasan meliputi karakteristik peserta didik, metode pendampingan, hingga berbagai tantangan dalam mendidik anak-anak yang berasal dari latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam.

Kunjungan itu juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana Program Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya sulit menjangkau layanan pendidikan formal.

Kepala Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat, Lilik Fadillah, menjelaskan bahwa sekolah tersebut saat ini membina 88 siswa dari total kuota 100 peserta didik.
Mayoritas siswa berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan formal maupun mereka yang putus sekolah akibat berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Dalam dialog bersama para guru, Bunda Sinta aktif menggali informasi mengenai perkembangan belajar siswa, layanan bagi anak berkebutuhan khusus, pembinaan karakter, pembiasaan hidup bersih, hingga pendekatan yang diterapkan untuk mendampingi anak-anak dengan kondisi sosial maupun psikologis yang berbeda.

Guru Sekolah Rakyat, Ika Lestari, menjelaskan bahwa pendidikan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. “Pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga berupaya membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi peserta didik,” jelasnya.

Menurutnya, pendampingan dilakukan secara intensif karena sebagian peserta didik menghadapi persoalan kemiskinan, pola pengasuhan yang kurang optimal, hingga trauma akibat pengalaman hidup yang berat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi NTB, Ahmad Mashuri, menjelaskan bahwa penerimaan siswa dilakukan melalui mekanisme seleksi dan asesmen oleh Kementerian Sosial.
Sekolah menerima peserta didik yang telah ditetapkan berdasarkan hasil asesmen dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kategori miskin ekstrem.

Ia menambahkan, pada tahun ajaran baru Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat membuka sekitar 60 peserta didik baru dan saat ini proses rekrutmen masih berlangsung.

Penyelenggaraan sekolah masih bersifat rintisan dengan memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunungsari sebagai lokasi pembelajaran sementara. Ke depan, pemerintah daerah tengah mengupayakan pembangunan gedung permanen di kawasan Kuripan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan fasilitas yang lebih representatif.

Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga rentan memperoleh kesempatan untuk bangkit melalui pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.

]]>