add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99);
add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99);
Lombok Barat- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat menangani kekeringan yang semakin meluas. Status penanganan yang sebelumnya siaga kini dinaikkan menjadi Darurat kekeringan.
Kenaikan status tersebut mendorong pemerintah daerah mempercepat penanganan di sejumlah Wilayah yang terdampak, terutama untuk memastikan ketersediaan Air Bersih dan Air layak Konsumsi bagi Masyarakat.
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha meminta Satgas Penanganan Kekeringan segera bekerja dan memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hal itu disampaikan Hj. Nurul Adha saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kekeringan di Ruang Rapat Senggigi, Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (10/9/2026).
“Karena status kita dari siaga naik menjadi darurat, ini membolehkan kita bekerja lebih cepat dalam penanganan kekeringan,” tegasnya.
Hj. Nurul Adha menyebutkan, kekeringan telah melanda sejumlah Wilayah di Lombok Barat, di antaranya Wilayah selatan, Batulayar, Gunungsari dan Kuripan.
Kondisi tersebut juga perlu diantisipasi di Kawasan Wisata agar tidak mengganggu pelayanan maupun Aktivitas Pariwisata.
Menurutnya, kekeringan yang berlangsung berkepanjangan tidak hanya berdampak pada ketersediaan Air, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan Kesehatan dan Kebakaran.
Karena itu, Pemerintah Daerah diminta memastikan kebutuhan sarana dan prasarana penanganan kekeringan segera dipenuhi.
Dalam kondisi darurat, Hj. Nurul Adha menegaskan Pemkab Lombok Barat dapat mengoptimalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan untuk mempercepat penanganan.
“Kalau tandon yang dibutuhkan, segera beli tandonnya. Kalau selang yang dibutuhkan, segera beli selangnya. Mobil pun segera kita realisasikan,” ujarnya.
]]>
Senggigi- Festival Senggigi 2026 tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Lombok Barat.
Harapan tersebut mengemuka saat pembukaan Pekan Kesenian Senggigi 2026 di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Sabtu (27/6/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Senggigi 2026.
Camat Batulayar, Subayyin Fikri, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang terus berupaya menghidupkan kembali kawasan wisata Senggigi melalui berbagai kegiatan dan atraksi wisata.
“Luar biasa kegiatan pembukaan Festival Senggigi 2026 ini. Semoga dengan adanya festival ini, destinasi kita bisa bangkit kembali,” ungkap Subayyin, dalam keterangan yang diterima media ini. Rabu (1/7/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat yang terus berkomitmen mengembalikan marwah pariwisata Senggigi sebagai salah satu ikon wisata di NTB.
Menurutnya, dampak positif festival tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha Pariwisata, Perhotelan, Restoran, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan aktivitas Ekonominya pada Sektor Wisata.
“Harapannya, Senggigi bisa hidup kembali, ramai lagi, tingkat kunjungan tamu meningkat, okupansi hotel melonjak, dan tentu saja bisa mengangkat UMKM, khususnya yang ada di lingkup Kecamatan Batulayar. Sungguh luar biasa,” tuturnya.
Festival Senggigi 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan selama tiga bulan ke depan dengan menghadirkan berbagai pertunjukan Seni dan Budayadari 10 kecamatan di Lombok Barat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap tercipta efek berganda bagi Perekonomian Daerah, mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, bertambahnya tingkat hunian Hotel, hingga meningkatnya pendapatan para pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif.
Dengan dukungan seluruh pihak, Festival Senggigi 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata Lombok Barat sekaligus memperkuat posisi Senggigi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Barat.
]]>
Senggigi- Kawasan wisata Senggigi kembali menunjukkan geliat kebangkitannya. Melalui Festival Senggigi 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyiapkan berbagai atraksi seni dan budaya yang akan digelar setiap akhir pekan selama Tiga Bulan ke depan.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan Pekan Kesenian Senggigi 2026 yang berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Sabtu (27/6/2026) sore.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Festival Senggigi yang sebelumnya telah dilakukan oleh Bupati Lombok Barat.
“Hari ini adalah minggu pertama sebagai rangkaian dari Festival Senggigi. Ini akan kita laksanakan secara rutin setiap weekend (akhir pekan, red) selama 3 bulan ke depan,” ujar Agus Gunawan, dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (1/7/2026).
Menurut Agus, Senggigi masih menjadi ikon pariwisata utama, tidak hanya bagi Lombok Barat tetapi juga bagi Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena itu, Festival Senggigi 2026 mengusung tema besar The Soul of Lombok.
Sebagai destinasi wisata pertama di NTB yang dikenal luas hingga Mancanegara, Senggigi kini menghadapi tantangan dari hadirnya berbagai Destinasi wisata baru. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus menghadirkan berbagai atraksi yang mampu menarik wisatawan Nusantara maupun Mancanegara.
“Untuk itu, mulai hari ini kita coba dulu dengan ‘The Culture of Color‘. Ini akan menampilkan core dari seni budaya yang ada di 10 kecamatan di Lombok Barat,” tambah Agus.
Melalui festival yang berlangsung selama tiga bulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap Senggigi kembali menjadi magnet wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat identitas Budaya Daerah.
Festival Senggigi 2026 juga diharapkan menjadi momentum penting untuk mengembalikan kejayaan kawasan Senggigi sebagai salah satu Destinasi wisata unggulan di NTB.
]]>