Inovasi Gubernur Iqbal: Wujudkan NTB Sebagai Pusat Studi Global Penyakit Tropis

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari tanah seribu masjid, NTB bersiap menoreh sejarah baru dunia kesehatan. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menggagas lahirnya rumah sakit dan pusat penelitian penyakit tropis pertama yang akan menempatkan NTB di peta global riset medis.

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menggagas pembangunan rumah sakit khusus dan pusat penelitian penyakit tropis (tropical disease) di NTB. Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat wilayah NTB memiliki banyak kasus penyakit tropis yang dapat menjadi basis riset ilmiah, sementara fasilitas sejenis belum tersedia secara komprehensif di dunia.

Gagasan visioner tersebut disampaikan Gubernur saat membuka The 4th International Conference on Global Health and Innovation (GHI) 2025 di Golden Palace Hotel, Mataram, Jumat (17/10). Konferensi bergengsi yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram itu dihadiri oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara.

Baca Juga :  Ribuan Laskar Sasak Kepung Kantor Gubernur NTB, Tegaskan Dukungan Total untuk Iqbal-Dinda

“Saya selalu membaca bahwa proses mutasi virus dan bakteri semakin kompleks dan semakin canggih dari waktu ke waktu. Karena itu, tidak ada pilihan lain bagi kita semua untuk terus berinovasi,”ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Ia mengungkapkan, ide pembangunan Rumah Sakit Penyakit Tropis NTB telah disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Kepala Bappenas.

“Gagasan ini disambut baik oleh pemerintah pusat, dan kami akan terus melakukan pembahasan ke arah terwujudnya sebuah rumah sakit tropical disease yang menjadi pusat rujukan utama,” jelasnya.

Baca Juga :  Pulau Sumbawa Darurat Hutan Kritis, Banjir Bima-Dompu Berulang, DPRD NTB Soroti Dana TP Rp52 Miliar

Menurut Iqbal, NTB memiliki potensi besar menjadi pusat studi penyakit tropis dunia, sebab tingginya kasus penyakit tropis di wilayah ini justru menjadi peluang untuk penelitian dan pengembangan medis.

“Kita adalah salah satu negara tropis paling besar di dunia, sehingga isu tropical disease menjadi sangat penting,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur berharap konferensi internasional tersebut dapat melahirkan lebih banyak riset dan inovasi di bidang kesehatan, terutama terkait penyakit tropis yang menjadi tantangan global masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri, dan Dekan FKIK Universitas Mataram, Arfi Syamsun.

Berita Terkait

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1
Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat
Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:36 WIB

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1

Senin, 21 September 2026 - 10:02 WIB

Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Berita Terbaru